Selasa, 25 September 2012

cerita bersambungQ


Cinta dalam kata...
Hem,,, delima
Tak ada lorong lain?
Tak ada cahaya lain?
            Kata mungkin bisa merubah semua yang aku rasakan saat ini bahkan saat lalu, tapi kata tak akan ku temui saat aku tak memberanikan diri menerima akhir dari kata, akankah kata ini kan selalu kusimpan dalam sebuah kata? Tak adakah kata yang membuat kata itu muncul? Aku bahkan tak megatakan kata yang membuat kata itu muncul.
            Sapuan angin sore membuang kegundahanku yang tak kunjung pergi, meskipun hanya sedikit yang terbuang, aku percaya semua akan terbuang melalui kikisan angin yang menghempas kejiwaku.
“syaka...”
Seorang gadis cantik, tomboy dan smart membuyarkan anganku,
“ya, loe,,, ngagetin gue ja bro...”
“hehe, ngapain disini,,, masuk angin lo, ayo masuk!”
Aku hanya gadis SMP yang berpostur tubuh kecil, pendiam dan bertampilan tak menarik, tinggal diasrama sekolah yang tak ada udara bebas sedikitpun, berteman baik dengan andria gadis cantik, tomboy dan smart. Kita layaknya saudara kembar siam yang sulit untuk dipisahkan, “ada andria pasti ada syaka,” emmm kata itu sering muncul, “pasangan sahabat yang cocok, yang satu tomboy yang satu pendiem.” Biarlah orang-orang berkata apa, aku dan andrea tetaplah menjadi sahabat yang sulit dipisahkan.
“Syaka, ayo keluar, gue bosen dikelas”
“em, tapi 10 menit lagi pak supri datang”
“ayolah, ni kan cuma pelajaran kenegaraan, gak penting, baca sendiri ja nanti ma gue dikamar”
“emmm, gimana ya?”
“ayolah!!!”
sambil menarik tubuh kecilku keluar kelas, ya sebagai teman yang tak bisa terpisah aku dan andrea ngelakuin hal-hal yang baik ataupun buruk berdua, tertawa berdua, nangis berdua dan dihukum berdua hehe,

syaka, bagaimana kabarnya? Maaf keluarga belum bisa menjenguk keasramamu, mbak, ibu dan saudara-saudara lain disini juga baik. Kami kemarin mendengar kabar dari pak supri kalau kamu sudah beberapa kali gak ikut pelajarannya tanpa sebab dengan andrea, dan kata teman-temanmu kamu sering ngelanggar aturan asrama sejak temanan dengannya. Ingat kamu berasal dari keluarga yang gak mampu, jangan ngelakuin hal-hal yang aneh-aneh, jadilah murid yang pintar jangan bolos, ingat ibu akan kecewa kalau kamu ngelakuin hal-hal yang buruk. Ibu khawatir denganmu, jangan kecewakan ibu, kamu itu anak orang yang kurang mampu, ibu selalu bekerja disawah panas. Kalau gitu kamu gak usah temenan dengan andrea. Mbak  juga akan kecewa kalau kamu temenan lagi dengan dia. Sudah dulu baik-baik disana, jangan jadi murid yang nakal.
Tubuhku terhimpit, berat, aliran kesedihan jatuh diatas tulisan yang tak bersalah.
“syaka... ada pa?”
“emm, tak da apa-apa dre,,” sambil kugengam erat secarik kertas surat itu
“apa itu?”  ia merampas kertas itu dengan sesergap mungkin dan membacanya, setelah itu hubunganku dengannya renggang dan tak ada kabar sama sekali darinya.
Hari-hari kulewati tanpa sahabat, waktuku kosong, kucoba merangkuh keteman lainnya tapi tak seindah sahabatku dulu, tak tau apa yang harus  ku katakan padanya, kata-kataku tak sedikitpun muncul dari mulut kecilku.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar